Renang : Pengertian, Sejarah, Sarana, Gaya Renang

Posted on

Pengertian Renang – Halo sobat setia dosenpintar.co.id, kembali lagi bersama saya, dan pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai Renang : Pengertian, Sejarah, Sarana, Gaya Renang , Nomor Perlombaan Renang. Daripada sobat penasaran, langsung aja yuk simak artikel nya dibawah ini.

pengertian renang
 

Pengertian Renang

Pastinya sobat semua tau tentang olahraga yang satu ini, dan beberapa dari kalian pastinya ada yang bisa dan tidak bisa berenang bukan. Lantas apa si pengertian dari renang itu? yaitu salah satu gerakan yang dilakukan baik oleh manusia maupun hewan yang dilakukan di dalam air. Berbeda dengan manusia, umumnya hewan berenang untuk beberapa tujuan seperti mencari mangsa, mendinginkan suhu tubuh, berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Sedangkan tujuan manusia berenang tak lain sebagai sarana olahraga, rekreasi, maupun mencari ikan, mutiara atau hewan air lainnya. Manusia dan hewan dapat berenang di sungai, danau, laut serta kolam renang. Dan olahraga ini tentunya dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa memandang usia dan jenis kelamin.
 

Pengertian renang menurut para ahli

Sedangkan menurut para ahli pengertian renang adalah sebagai berikut.

  1. Menurut Erlangga

    Menurut beliau Renang merupakan salah satu cabang olahraga air yang sangat menyenangkan dan pastinya bermanfaat bagi kekuatan otot tubuh, jantung, paru-paru dan akan membangkitkan perasaan berani.

  2. Menurut Budiningsih

    Sementara menurut budiningsih, renang merupakan salah satu dari sekian banyak cabang olahraga air yang dapat dilakukan dengan menggerakkan badan di air, seperti menggunakan kaki dan tangan sehingga badan akan terapung di permukaan air.

  3. Menurut Muhajir

    Adapun renang menurut muhajir yaitu olahraga yang dilakukan di air dimana olahraga ini dapat menyehatkan, sebab hampir semua otot tubuh bergerak sehingga seluruh otot dapat berkembang dengan pesat dan kekuatan perenang akan bertambah meningkat.

 

Sejarah Renang

Olahraga renang sudah muncul di kota Londan sejak abad 19. Namun pada tahun 1837, di London hanya terdapat 6 kolam renang. Popularitas renang terus membaik, dan pada tahun 1869 beberapa asosiasi mulai muncul. Popularitas kejuaraan renang sederap dengan kebangkitan Olimpyade dan tercantum sebagai olahraga modern di Athena pada tahun 1896.

Akibat popularitasnya yang semakin naik, Indonesia juga turut mengawali kegiatan renang ini dan kota Bandung menjadi kota pertama yang mengawali olahraga renang. Hal tersebut dibuktikan dengan kolam Cihampelas yang dibangun saat itu pada tahun 1904. Bahkan Indonesia masih memiliki beberapa kolam renang lainnya di beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan lainnya.

Kolam renang tersebut membuat perkembangan cabang olahraga renang di Indonesia makin populer, sehingga dibentuklah perkumpulan-perkumpulan renang, antara lain Bandungsche Zwembond atau Perserikatan Renang Bandung pada tahun 1917. Pada waktu itu serikat tersebut memiliki perkumpulan yang bernaung dibawahnya, termasuk perkumpulan renang siswa-siswa sekolah di Bandung.

Perserikatan tersebut disusul oleh berdiri Oost Java Zwembond (Perserikatan Renang Jawa Timur) pada tahun 1927 di Jawa Timur . Dua peloncat indah Belanda mencetak prestasi pada tahun1934. Hamaman dan Van de Gron, masing-masing sebagai juara pertama dan kedua nomor papan 3 meter dan menara. Ketika Far Eastern Games (maksudnya Olimpyade Timur Jauh) berlangsung di Manila pada tahun 1934 kedua peloncat tersebut menjadi utusan Hindia Belanda.
 

Sarana dan Prasarana Renang

1. Kolam Renang

ukuran-kolam-renang

Kolam renang adalah tempat yang dijadikan sarana untuk melakukan olahraga ini, kolam renang sendiri memiliki ukuran standar, yaitu :

Standar Nasional:

  • Panjang 50 meter.
  • Lebar 25 meter.
  • Kedalaman 2 meter.

Standar Internasional:

  • Panjang 50 meter.
  • Lebar 25 meter.
  • Kedalaman 3 meter.

2. Lintasan

Selanjutnya adalah lintasan, lintasan juga memiliki ukuran yang sesuai dengan standar resmi, yaitu memiliki lebar lintasan 2,5 m dan jaraknya sekitar 0,2 diluar lintasan pertama ataupun yang terakhir. Setiap lintasan ditandai dengan sebuah tali yang terdiri dari pelampung yang panjangnya sama dengan lintasan.

3. Pengukur Waktu

Pengukur waktu menjadi acuan bagi para perenang, yang mana alat ini ini diletakkan disisi kolam untuk menghitung waktu secara otomatis, adapun ketebalan dari pengukur ini adalah sekitar 1 cm. Para perenang diharuskan untuk menyentuh papan pengukur waktu ini, baik saat pembalikan ataupun sewaktu finish. Prasarana ini sendiri mulai digunakan pada tahun 1967 di Kanada dalam acara Pan American Games.

4. Balok Start

Terakhir adalah balok start, yang mana memiliki ukuran

  • Memiliki tinggi antara 0,5 m hingga 0,75 dari permukaan air.
  • Memiliki ukuran dimensi yaitu: 0,5 x 0,5 m, yang di atasnya dilapisi bahan antilicin.
  • Kemiringan balok start: tidak melebihi 10°.

 

Gaya Berenang

Terdapat 4 macam gaya yang bisa dilakukan saat berenang, antaralain :

gaya-berenang

1. Gaya Bebas

Yang pertama adalah gaya bebas. Posisi dada saat menlakukan gaya bebas yaitu menghadap ke permukaan air sementara kedua belah tangan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki menendang keatas kebawah secara bergantian. Pernapasan dilakukan ketika kepala berpaling ke samping disaat tubuh pada posisi miring. Saat ingin bernafas, perenang bisa menoleh ke kiri ataupun ke kanan.Gaya bebas merupakan gaya  yang dapat membuat tubuh melaju lebih cepat di air.

2. Gaya Dada

Selanjutnya gaya dada, gaya ini menjadi paling populer untuk renang rekreasi. Saat melakukan gaya ini tubuh harus dalam posisi stabil dan kepala berada di luar air dalam waktu yang lama. Posisi dada saat melakukan gaya ini yaitu menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Tangan melakukan gerakan seperti membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan. Pernapasan pada gaya dada dilakukan pada saat mulut berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki.

3. Gaya Punggung

Saat melakukan gaya ini, posisi punggung menghadap ke permukaan air. Posisi wajah berada di atas air sehingga orang mudah mengambil napas. Saat melakukan gaya ini perenang hanya bisa melihat ke atas. Pada saat berlomba, perenang hanya bisa memperkirakan dinding tepi kolam dengan cara menghitung jumlah gerakan.

Gerakan lengan dan kaki pada gaya punggung serupa dengan gaya bebas, namun dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua tangan digerakkan menuju pinggang secara bergantian layaknya gerakan mengayuh. Agar dapat mengambil nafas, mulut dan hidung berada di luar air.

4. Gaya Kupu-kupu

Terakhir adalah gaya kupu-kupu,  yaitu salah satu gaya berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua lengan ditekan ke bawah secara bersamaan dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan. Sementara kedua kaki menendang ke bawah secara bersamaan  dan ke atas. Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air.
 

Nomor Perlombaan Renang

Terdapat beberapa nomor perlombaan saat ada perlombaan renang, dan nomor perlombaan tersebut dintentukan oleh berbagai faktor, misalnya jarak tempun dan jenis kelamin. Adapaun beberapa nomor perlombaan tersebut antaralain:

  • Gaya bebas: 50 m, 1`00 m, 200 m, 400 m, 800 m (putri) 1500 m (putra)
  • Gaya kupu-kupu : 100 m, 200 m.
  • Gaya punggung : 100 m, 200 m
  • Gaya punggung : 100 m, 200 m
  • Gaya dada : 100 m, 200 m
  • Gaya ganti perorangan : 200 m, 400 m
  • Gaya ganti estafet : 4 x 100 m
  • Gaya bebas estafet : 4 x 100 m, 4 x 200 m
  • Marathon 10 km
  • Gaya bebas: 50 m, 100 m, 200 m, 400 m, 800 m, 1500 m
  • Gaya punggung: 50 m, 100 m, 200 m
  • Gaya dada: 50 m, 100 m, 200 m
  • Gaya kupu-kupu: 50 m, 100 m, 200 m
  • Gaya ganti perorangan: 100 m (hanya lintasan pendek), 200 m, 400 m
  • Gaya ganti estafet: 4×100 m
  • Gaya bebas estafet: 4×100 m, 4×200 m

Demikianlah artikel yang mengulas tentang Pengertian Renang : Pengertian, Sejarah, Sarana, Gaya Renang , Nomor Perlombaan Renang. Saya harap artikel diatas bisa membantu sobat dosenpintar.co.id dalam menambah wawasan serta ilmunya. Sampai jumpa lagi di artikel-artikel selanjutnya.

 

Related posts:
Baca Juga :  Lompat Tinggi: Pengertian, Sejarah,Tahapan, Tehnik dan Peraturan