Sistem Ekonomi Tradisional

Posted on

Sistem Ekonomi Tradisional – Halo sahabat dosenpintar.co.id, pada kesempatan kali ini kita akan membahas sebuah artikel mengenai Pengertian sistem ekonomi tradisional. Sebuah negara pada dasarnya harus bisa menetukan sistem ekonomi yang akan digunakan guna menjalankan suatu perekonomian. Oleh karena itu yuk simak artikel ini untuk penjelasan lebih lengkapnya.

Sistem Ekonomi Tradisional

Pengertian Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional adalah sebuah sistem ekonomi dimana semua aktivitas perekonomian ditunjukkan untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan melakukan kebiasaan/tradisi dari generasi ke generasi. Sistem ekonomi ini masih menggunakan metode yang sederhana, dimana masyarakat mengandalkan hasil alam dan tenaga manusia, misalnya pertukaran barang dengan sistem barter dimana pemerintah tidak terlibat langsung pada aktivitas ekonomi.

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Tradisional

Dimana sistem ekonomi tradisional memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Menggunakan metode barter (saling bertukar barang).
  • Hasil alam dan tenaga manusia menjadi modal utama.
  • Pemerintah tidak terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi.
  • Tujuan utama masyarakat adalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, bukan mencari keuntungan.
  • Teknik produksi masih sederhana dan dipelajari secara turun temurun.
  • Jenis produksi berdasarkan kebutuhan dan kemampuan.

 

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional

Setiap sistem ekonomi pastinya memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Dan berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dari sistem ekonomi tradisional :

Kelebihan

  1. Eratnya hubungan kekeluargaan dan saling tolong menolong.
  2. Tidak ada kesenjangan ekonomi antara orang kaya dan miskin.
  3. Kegiatan ekonomi berdasarkan asas kejujuran, karena tujuan utamanya bukan mencari sebuah keuntungan.
  4. Tidak adanya monopoli pemerintah.
  5. Dalam sistem ekonomi ini tidak ada inflasi, pengangguran, atau kesenjangan ekonomi lainnya.
Baca Juga :  Hukum Gossen

Kekurangan

  1. Perkembangan ekonomi menjadi lambat
  2. Tidak semua kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi, karena hanya mengandalkan alam.
  3. Tidak adanya nilai standar untuk melakukan tukar barang.
  4. Kualitas barang yang bisa dibilang rendah.
  5. Tingkat persaingan pasar rendah.

 

Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi ini sudah terbilang punah, dan saat ini hanya beberapa negara saja yang masih menganut sistem ekonomi tradisional, itupun hanya di daerah-daerah tertentu saja. Negara-negara tersebut antaralain :

  • Indonesia, dimana sistem ekonomi tradisional masih cukup banyak diterapkan, namun hanya bisa kita jumpai di pedesaan atau daerah-daerah terpencil yang aksesnya cukup sulit.
  • Afrika Tengah, sistem ekonomi tradisional masih diterapkan di desa-desa yang ada di Afrika Tengah.
  • Ethiopia, menjadi negara termiskin di dunia membuat ethiopia masih menggunakan sistem ekonomi tradisional.
  • Malawi, sama seperti Ehiopia, negara ini hanya mengandalkan hasil pertanian dan transaksinya dengan sistem barter.

Contoh Sistem Ekonomi Tradisional

  1. Amerika memiliki ekonomi tradisional sebelum imigrasi orang Eropa dimulai pada 1492. Ekonomi penduduk asli Amerika memiliki kelebihan, seperti sistem kekebalan yang lebih kuat. Komunitas kecil mereka melindungi mereka dari cacar dan penyakit impor lainnya untuk sementara waktu. Tetapi perburuan, perang, dan genosida menghancurkan mereka dari waktu ke waktu. Ekonomi pasar para pendatang baru memberi mereka senjata dan lebih banyak sumber daya. Ekonomi tradisional tidak bisa bersaing.
  2. Sebelum Depresi Besar, Amerika Serikat mempunyai banyak aspek ekonomi tradisional . Pada awal abad ke-20, 60 persen orang Amerika tinggal di komunitas pertanian. Pertanian mempekerjakan setidaknya 40 persen tenaga kerja. Tetapi mereka menggunakan teknik pertanian yang buruk untuk memenuhi permintaan yang tinggi setelah Perang Dunia I. Itu menyebabkan Dust Bowl setelah kekeringan menghantam.
  3. Pada 1930, hanya 21 persen dari tenaga kerja di bidang pertanian. Ini menghasilkan hanya 7,7 persen dari produk domestik bruto.
  4. Sebelum Perang Sipil, Amerika Selatan hampir seluruhnya merupakan ekonomi tradisional. Itu bergantung pada pertanian. Ini menggunakan jaringan tradisi dan budaya yang kuat untuk membimbingnya. Ini hancur karena perang.
  5. Dua pertiga penduduk Haiti bergantung pada pertanian subsisten untuk mata pencaharian mereka. Ketergantungan mereka pada kayu sebagai sumber utama bahan bakar telah melucuti hutan pohon. Itu membuat mereka rentan terhadap bencana alam, seperti gempa yang melanda Haiti pada tahun 2010 . Beberapa ekonom juga menunjuk pada tradisi voodoo dari Haiti sebagai alasan lain untuk kemiskinannya.
  6. Suku-suku asli di Arktik, Amerika Utara, dan Rusia bagian timur memiliki ekonomi tradisional. Mereka mengandalkan memancing dan berburu karibu untuk keberadaan mereka. Misalnya, orang-orang Saami dari Skandinavia mengelola kawanan rusa. Hubungan anggota suku untuk mengelola kawanan mendefinisikan peran ekonominya. Itu termasuk status hukumnya, budaya dan kebijakan negara terhadap individu.
Baca Juga :  √Ciri Pasar Oligopoli: Kelebihan dan Kekurangannya

Demikianlah artikel mengenai Sistem Ekonomi Tradisional: Pengertian, Ciri-Ciri, Kelebihan dan Kekurangan semoga artikel ini bisa membantu para pembaca dosenpintar.co.id untuk menambah ilmu dan wawasannya. Terimakasih, dan sampai jumpa di artikel-artikel lainnya.

Baca juga :

Related posts: